Polemik Pengadaan Randis Lamtim, Kejati Tetapkan 3 Tersangka

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Lika-Liku dugaan tender kurung pengadaan kendaraan dinas untuk bupati dan wakil bupati Lampung Timur telah menemukan titik terang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menetapkan tiga tersangka.

“Mereka itu adalah SH, AD, dan DY. Masing-masing berperan sebagai pejabat pembuat komitmen, rekanan proyek, dan pokja,” ungkap Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung Andi Suharlis, Rabu (6/11/19), di sela – sela pertemuan dengan awak media pada acara perpisahannya.

“Randis Lamtim ini awal lid-nya (Penyelidikan) Juni 2017 ya. Kemudian sampai sekarang progresnya terhitung per tanggal 31 oktober kemarin kita sudah ekspose penetapan tiga orang tersangka. Diduga ada persengkokolan antara ketiganya dalam penentuan pemenang lelang tender kendaraan dinas tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yg terlibat di dalam permasahaan ini,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, pengadan Randis ini telah dianggarkan pada masa kepemimpinan Penjabat Bupati Lampung Timur Tauhidi, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,676 miliar dan dimenangkan oleh PT Topkacars Indonesia dengan penawaran Rp 2,606 miliar pada 2016 lalu.

Dari pengadaan dua kendaraan dinas ini. Sesuai dengan hasil audit yang dilakukan oleh akuntan publik. Didapati jumlah kerugian negara yang diakibatkan olehnya mencapai Rp680 juta, dengan kendaraan berupa Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota Harrier, masing-masing satu unit.

“Jadi, sesuai audit akuntan publik, didapati besaran kerugian negara mencapai Rp680 juta,” tutur mantan jaksa KPK ini.( Yudi )