Potensi Terpapar Corona, Deni Ribowo: RSJ Harus Memiliki Alat Rapid Antigen

PODIUM, BANDARLAMPUNG, –  Kunjungan anggota Komisi V DPRD Lampung ke Rumah Sakit Jiwa yang berada di Kabupaten Pesawaran mendapatkan keluhan dari management RSJ untuk pelayanan pasien selama pandemi covid 19, dimana pasien atau tamu yang datang ke RSJ belum bisa dilakukan Rapid Antigen sehingga penyebaran atau penularan covid 19 sangat rentan terjadi di rumah sakit milik Pemerintah ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur RSJ dr. Ansyori. Karena keterbatasan anggaran rumah sakit yang dipimpin nya ini hanya bisa melakukan rapid antibody.

Ia menambahkan, selama pandemi covid 19 ini, tenaga medis dan staf yang bertugas di RSJ sangat rentan terpapar covid 19, untuk itu RSJ memohon kepada DPRD Lampung khususnya Komisi V untuk mendukung dan mensuport RSJ melengkapi sarana dan prasarana salah satunya dengan menghadirkan alat rapid antigen.

“Selama ini dalam menangangi pasien rawat jalan yang jumlahnya hingga 200 orang, tenaga medis hanya mendeteksi covid 19 secara kasat mata dilihat dari gejala pasien saja dan itu jauh dari SOP penanganan pasien covid 19” ujarnya.

Sementara, Deni Ribowo menanggapi keluhan yang di sampaikan pihak management RSJ, selain memastikan seluruh program kerja RSJ berjalan dengan baik, DPRD juga menemukan adanya resiko besar penyebaran virus corona terhadap tenaga medis dan staf yang bertugas.
Seluruh keluhan yang didapat pada kunjungan kali ini akan di laporkan dan di rapatkan di komisi V DPRD Lampung untuk mencarikan solusi yang tepat dalam mencegah penyebaran virus corona di lingkungan RSJ. ” Salah satunya dengan mengahadirkan alat rapid antigen” ujarnya.

Selain itu, Komisi V juga berharap RSJ dapat menampung pasien covid 19, karena selama ini diketahui beberapa rumah sakit rujukan covid 19 di Lampung telah penuh terisi pasien covid 19.” Ini juga di lakukan bagi pasien ODGJ yang juga terpapar covid 19, pasien gangguan kejiwaan sangat rentan terpapar karena dari segi kebersihan belum terjamin dengan baik ” tutupnya. (*)