Ratusan Massa GML Unras Tuntut Keadilan di Kejari Lamsel

PODIUM, LAMPUNG SELATAN,-Ratusan Massa Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Selatan ( Lamsel ) mengawal masyarakat desa Ketapang Kecamatan Ketapang , melakukan aksi unjuk Rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, jalan Lettu Rohani No.262, Kalianda, Kec. Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (09/09).

Aksi kompoi massa unjuk rasa yang dilakukan dari Kantor DPP Organisasi masyarakat ( Ormas ) Gema Masyarakat Lokal ( GML ) Lamsel, yang bersekretariat didesa Kedaton Jalan Trans Sumatra, hingga dilokasi aksi depan Kantor Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, aksi ini dilakukan karena pihak GML telah memberikan surat yang pertama dan surat kedua Berupa somasi kepada Kejaksaan Negeri Lampung Selatan ( beberapa bulan yang Lalu ), namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan atau respon yang Positif dari pihak terkait .

Dalam Aksi massa yang berunjuk rasa, menuntut segera menindak lanjuti prihal Laporan dugaan telah terjadinya penyalahgunaan Dana Desa yang dilakukan oleh kepala desa Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan ( Lamsel ) Tahun Anggaran 2019.

Warga desa Ketapang beserta Ormas GML akan tetap mengawasi proses Laporan yang telah dilaporkan kepada pihak penegak hukum yaitu kejaksaan negeri Kalianda.

Pasalnya terlapor oknum kepala desa Ketapang Hamsin di duga telah melakukan praktek pencucian uang dengan modus mengambil uang dengan Bendahara desa , lalu di masukan ke rekening pribadi istrinya Atas nama Masruroh, dan telah me MAR-AP semua RAB Pembelanjaan material dan upah HOK oleh Hamsin, juga dalam pembuatan RAPBDES TA 2019 tidak melibatkan pihak lain dalam musyawarah , seperti masyarakat desa dan Ketua BPD desa Ketapang.

Ketua umum Gema Masyarakat Lokal (GML) Lamsel, Rizal Anwar Mengatakan, hari ini GML melakukan aksi turun kejalan melakukan unjuk rasa menuntut keadilan di depan kantor Kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

” kami sudah dua kali memberikan laporan somasi kepada kejaksaan tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan atau tanggapan dari pihak terkait , bagai mana penyelesaiannya terkait dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh oknum kepala desa Ketapang Kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan “.

Rizal juga menyayangkan dan mempertanyakan ada apa , kenapa dengan kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

” Kami sangat menyayangkan dengan pihak kejaksaan, ada apa , apa yang terjadi dengan keadilan yang ada di Lampung Selatan ini, kenapa laporan masyarakat tidak segera di tanggapi dan disikapi secara cepat “.

” Kepada seluruh Lsm, Ormas , masyarakat dan media yang ada di Lampung Selatan untuk bekerja sama, terlibat langsung mengawal demi majunya Lampung Selatan, karena selama ini menurut saya keadilan di Lampung Selatan ini tidak jelas “, Harap Rizal.

Ketua umum Rizal Anwar menambahkan, setelah pertemuan yang dilakukan pihak kejaksaan negeri Kalianda dengan perwakilan Ormas GML,

” Hari Senin mendatang pihak kejaksaan akan segera mensikapi laporan masyarakat terkait penyalah gunaan dana desa Ketapang Ta 2019, yang dilakukan Kepada desa Ketapang Hamsin pada bulan yang lalu “.

Slamet Riadi selaku Koordinator aksi mengatakan, GML siap mengawal sampai tuntas permasalahan masyarakat desa Ketapang yang telah dilaporkan ke Inspektorat mau di Kejaksaan.

” Kami siap mendampingi dan mengawal masyarakat kecil , dalam hal pelaporan masyarakat ke Inspektorat dan di Kejaksaan untuk segera mengambil sikap jangan sampai masyarakat turun kebawah karena merasa tidak adanya kepuasan masyarakat yang selalu menunggu menunggu dengan tidak adanya respon dari pihak terkait “.

” Apa pun bentuk laporan masyarakat ketika meminta keadialan, dimohon pihak terkait baik itu pihak inspektorat maupun Kejaksaan Negeri Lampung Selatan segera direspon dan dilaksanakan “, Harapan Slamet.

Kajari Lampung Selatan, Hutamrin, SH, MH saat di konfirmasi mengatakan , Hari Senin depan Ormas GML akan di undang pihak Kejaksaan terkait dugaan penyelewengan dana desa.

” Hari ini kami kedatangan dari Ormas Gema Masyarakat Lokal , untuk mempertanyakan tindak lanjut atas laporan laporan dugaan penyelewengan dana desa yang di lakukan oleh oknum kepala desa Ketapang, Hari Senin depan kami akan undang Ormas GML untuk duduk bersama membahas permasalahan itu”.

” Data yang dikirim kan kepada kami kurang mencukupi, dalam arti harus ada pengumpulan data data selanjutnya, dimana setiap laporan akan kami tindakan lanjuti baik laporan itu skala kecil maupun skala besar, dimana dalam penugasan kejaksaan dilampung Selatan ini memiliki 13 Jaksa termasuk para Kasi dan Kajarinya, dimana jaksa di tunjuk ada dua orang intel.

” Dengan banyak laporan yang di terima kejakasaan maka kami harus memilah dahulu mana yang prioritas dengan kemampuan atas SDM kita yang ada, dan untuk laporan dari GML akan kita tidak lanjuti dengan laporan laporan yang akan tambahkan “, Ujar Hutamrin.( HSN )