Sambut HUT RI Ke75 KESIWAN Gelar Pentas Seni Budaya Lampung

PODIUM, LAMPUNG SELATAN,-Dalam Rangka mengisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke75, para pemerhati dan pelestari seni budaya Lampung yang tergabung dalam wadah Kemuakhian Sikam Way Handak ( KESIWAN ), mengadakan pagelaran Seni Budaya Lampung di Lamban Balak Kebandakhan Marga Legun Pangeran Sangun Khatu Kalianda Lampung Selatan ( Lamsel ), Sabtu (22/08).

Dalam Acara Pagelaran Pentas Seni Budaya Lampung yang di pertunjukan pada Sabtu malam di Lamban Balak Kebandakhan Marga Legun menampilkan dua Sanggar yang ada di seputaran Gunung Rajabasa yakni sanggar Sai Buay dari desa Palembapang dan Sanggar Angkon Muakhi desa Pauh TanjungIman Kecamatan Kalianda.

Acara pagelaran pentas seni budaya Lampung yang berlangsung di awali dengan pertunjukan perdana, penampilan khas budaya ngias yang bawakan Drs. Rohili Msc , di lanjutkan dengan pentas Pencak Silat Helang Bukekhang Sai Buay, musik Gambus Sai Buay, Petik Gitar klasik Angkon Muakhi.

Zulian Khaidir salah satu penggagas KESIWAN mengatakan, pelaksanaan pagelaran pentas seni budaya Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap para penggiat pelestari khasanah seni budaya Lampung yang ada di beberapa kecamatan di seputaran Gunung Rajabasa.

” KESIWAN ini terinspirasi sebagai bentuk dukungan kami terhadap generasi millenial yang mana akhir akhir ini banyak sekali bertebaran dalam beberapa bentuk Komunitas musik seni budaya Lampung , terlihat mereka sangat begitu gigih menggali sekaligus melestarikan khasanah seni budaya Lampung, khususnya klasik gitar , gambus , pencak silat serta Tari bedana “.

” Seperti kita ketahui kalau tari bedana kreasi inikan sudah banyak betebaran dan sudah banyak sanggar sanggar yang mempelajari itu , tapi untuk khasanah tari Bedana Asli ini, nyaris tidak lagi kita temui di era yang sekarang ini”.

” Dengan rasa bentuk dukungan itu maka kita bentuk satu wadah, untuk mempersatukan dan mempertemukan mereka supaya disini mereka saling mengenal dan memiliki rasa kebersamaan untuk saling mengisi pengetahuan serta pengalaman antar penggiat seni, dengan adanya KESIWAN ini tidak hanya di tujukan kepada penggiat pelestari seni budaya Lampung saja, tapi bagi semua seni dari suku mana pun yang ada di Lampung Selatan ini khususnya yang ada di seputaran Gunung Rajabasa “, Ucap Zulian.

Zulian Khaidir pun mengharap dengan adanya KESIWAN, bisa menarik minat para millenial yang lain untuk bergabung mengembangkan, melestarikan seni budaya baik Bakat keahlian dalam seni musik, gerak atau Vocal.

” Semoga dengan terbentuknya wadah KESIWAN ini mampu menarik minat para millenial untuk memunculkan Bakat seni mereka baik itu dalam bakat seni musik, gerak atau pun dalam olah Vocal, sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap seni dan budaya yang mereka cintai, khususnya dalam seni budaya Lampung.
Semoga kedepannya akan kita laksanakan kegiatan rutin, untuk saling lebih mengenal dan mempelajari seni budaya Lampung didalam satu pertunjukan “.

Salah satu tokoh adat yang turut hadir menyaksikan pagelaran Pentas Seni Budaya Lampung Drs. Komarudin Raes (Karya Paksi Marga) selaku kepala Paksi Marga Legun Kebandakhan Way Urang mengatakan, dengan adanya acara ini supaya benar benar untuk di jadikan Momentum.

” Dengan adanya acara pegelaran seni budaya Lampung ini yang dilaksanakan KESIWAN ini, supaya di jadikan Momentum bagaimana kiranya Adat seni budaya Lampung ini kedepannya akan hidup dan berkembang, paling tidak untuk Kaum Milenial agar tetap melestarikan khasanah adat seni budaya Lampung “.

” Harapan saya Kalau bisa membumi seperti leluhur kita terdahulu, supaya eksistensi kita ini bisa dilihat oleh Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, agar kiranya Pemerintahan Daerah punya kepedulian terhadap seni budaya Lampung khususnya di Lampung Selatan dan Lampung Umumnya.
Dengan adanya itu kita punya keteguhan jati diri Bahwa Lampung punya seni budaya yang Arif dan bijaksana “.

Hal senada juga dikatakan Erdian Syah, sangat mengapresiasi dengan adanya Wadah KESIWAN sebagai media tempat berkumpul, menyalurkan kreasinya para seniman Lokal.

” Kita juga berharap ini dijadikan agenda rutin bulanan bagi komunitas komunitas seni yang mengangkat khasanah budaya lokal, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini luar biasa para pemuda pelestari seni budaya Lampung ini bermunculan khususnya di Lampung Selatan terkhusus lagi di seputaran Gunung Rajabasa sampai di katibung “.

” Kita juga tidak menutup harapan kedepannya untuk KESIWAN ini juga, sebagai Anjangsana bagi seluruh seni budaya yang ada di Lampung Selatan, khususnya pelestari seni budaya Lampung, dengan rasa kegembiraan dengan adanya KESIWAN ini musisi muda muncul, intinya kedepan pihak pihak terkait bisa mensuport adanya kegiatan ini “.

” Harapan saya kedepannya bagi anak anak muda jangan lagi merasa malu untuk menunjukan jati diri guna mengangkat khasanah budaya lokal seperti salah satunya seni gitar tunggal,
Namun Alhamdulillah 4 tahun terakhir ini muncul anak anak muda pelestari seni budaya Lampung mulai bermunculan bahkan hampir ada di setiap desa yang ada di Lampung Selatan khususnya di seputaran Gunung Rajabasa ini, dan Alhamdulillanya lagi sudah mulai regenerasi.

Erdiyansah juga menambahkan,
karena penggiat seni budaya di Lampung Selatan ini sudah banyak sampai ke Level maisto. ” Maka diharapkan kepada kaum muda untuk nangguh kepada sesepuh atau orang tua kita untuk belajar menimba ilmu dan berbagi pengalaman kepada mereka serta menggali tentang sejarah , seni budaya Lampung , sehingga warisan seni budaya Lampung ini tetap terus terlestarikan “.

” Ini juga bagian bentuk kepedulian serta bentuk dukungan Pangeran Sangun Khatu kepada penggiat pelestari seni budaya Lampung yang ada di Lampung Selatan, khususnya yang ada di seputaran gunung Rajabasa ini, bahkan juga target kita akan di adakan event paling tidak festival tahunan untuk seni budaya lokal selain event bulanan seperti yang sekarang ini “,Tutup Erdiyan. (HSN).