Soal Dugaan Pungutan di SMA/SMK, Alzier : Apa Berani Arinal Copot Sulpakar

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Membaca pernyataan Gubernur Arinal Djunaidi yang mengandung ancaman pemberhentian Kepala Disdikbud Sulpakar, mengundang reaksi keras tokoh masyarakat Lampung M Alzier Dianis Thabranie.

Melalui pesan di salah satu grup WhatsApp, Jumat (19/3/2021), Alzier melontarkan tantangan kepada Gubernur Lampung untuk membuktikan ucapannya. “Apa berani Arinal Copot Sulfakar itu atw Reihana…???!!!!” tulisnya.

Lebih lanjut, Alzier kemudian mengumbar janjinya, apabila Arinal berani mencopot kedua kepala dinas itu. “Kalo Gubernur Lampung berani mencopot dua pejabat Pemda yang sudah membosankan itu, Saya akan bela kerja buat Lampung BERJAYA ini, tapi kita sama2 Buktikan..!!! BERANI NGAK ARINAL COPOT MEREKA BER2, DUA KADIS ITU YA…??????!!!!!!!!!!” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengakui dirinya yang menyerahkan pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 61 Tahun 2020 itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung.

Gubernur mengancam akan mencopot Kepala Dinas, apabila menyalahi aturan terkait sumbangan yang dipungut beberapa SMA dan SMK se Provinsi Lampung.

Padahal, sebelumnya soal pungutan di SMA dan SMK di Lampung itu telah disoroti Ombudsman Perwakilan Lampung yang membuka posko pengaduan pungutan, hingga Kejati Lampung. Namun Arinal mengaku baru mendengar ada permasalahan terkait pungutan yang terjadi di SMA dan SMK di Lampung.

“Saya nggak pernah denger lho, buktinya mana? Anda harus lebih tajam mengkritisi ini,” ucap Arinal saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna perayaan HUT Lampung ke 57 di Ruang sidang DPRD, Kamis (18/3/2021).

Arinal menambahkan, aturan Pergub Nomor 61 Tahun 2020 tersebut telah sesuai aturan dan tidak menyalahi undang-undang yang berlaku di atasnya, yakni Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. “Tanya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau dia menyalahi aturan maka akan saya berhentikan,” kata Arinal. (*/Rep)