Soal Pengakuan Nanang Ermanto Akui Terima Uang Dari Zainudin Hasan, Wiliyus : KPK Jangan Takut – Takut Menentukan Sikap Selama Itu Benar

PODIUM, BANDARLAMPUNG, –Pengakuan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto bahwa dirinya mengaku menerima uang dari Zainudin Hasan dan dilarang untuk main proyek di dinas PUPR kabupaten berjuluk Khagom Mufakat membuat elemen masyarakat  ikut angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Wiliyus Prayietno, S.H., M.H Ketua Lembaga Transformasi Hukum Indonesia (THI)
mengatakan bahwa aparatur hukum harus jeli melihat permasalahan ini.

Karena, ia menduga uang yang diberikan mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan ke Nanang Ermanto merupakan dari setoran proyek.

“Tidak mungkin tiba-tiba orang ngasih uang kalau tidak ada alasannya. Jadi aparatur hukum mesti menelisik lebih dalam lagi permasalahan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlibatan Nanang Ermanto tersebut,”kata Wilius, Sabtu (27/3).

Jika uang yang diberikan oleh Zainuddin Hasan bersumber dari fee proyek, maka sudah tentu orang nomor satu di Lamsel ini ikut menikmati fee proyek tersebut.

“Kalau dari kacamata saya, beliau (Nanang Ermanto-red) ini sudah masuk ke ranah pidana, karena ikut menikmati uang tersebut. Tapi saya tidak tahu gimana menurut aparatur hukum, apakah ini masuk dalam ranah pidana atau tidak,”tanya dia.

Jika merujuk pada pasal 12 UU nomor 31/1999 Jo UU nomor 20/2001, para penyelenggara negara, jangankan meminta uang, menerima hadiah dalam bentuk apapun itu tidak boleh. Karena saat itu Nanang Ermanto merupakan Wakil Bupati Lamsel yang merupakan penyelenggara negara.

“Jadi, aparatur hukum harus tegas dalam menyikapi status Nanang saat ini. Jadi KPK jangan takut – takut menentukan sikap selama itu benar supaya masyarakat Lamsel mendapat pemimpin yang bersih dan jujur serta tidak korupsi,”ujar dia. (Red)