SPRI Dan Alamcida Desak Polda Usut Dugaan Ujaran Kebencian

PODIUM, BANDARLAMPUNG
Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) dan Aliansi Masyarakat Cinta Damai (Alamcida) Lampung mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak tegas oknum yang diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial, Kamis (4/7).

NA dan BN merupakan oknum dosen di salah satu universitas swasta Metro. NA diduga melakukan ujaran kebencian dengan menghina suku Lampung di akun facebooknya.

“Yang merasa suku Lampung enggak usah komentar di Facebook saya,” tulis NA di akun facebooknya.

Kemudian, BN melalui akun instagramnya mempertanyakan apakah Lampung sejenis tanaman hias atau binatang buas?

“Apa Lampung? Itu sejenis tanaman hias atau binatang buas sih? Aduh aku enggak tahu daerah perkampungan seperti itu. Aku agak alergi gitu,” kata BN dalam akunnya.

Sontak saja, kedua akun tersebut langsung diserbu netizen atau warga internet yang mengecam pernyataan mereka berdua.

Bahkan, NA sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Sedangkan, BN dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Ketua SPRI Lampung Badri berharap pernyataan sikap tersebut segera ditindaklanjuti oleh Polda Lampung agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Setelah ini kita akan melaporkan ke Polda Lampung. Karena sampai hari ini kepolisian belum ada titik terang dan permasalahan ini akan mecah belah persatuan,”ujarnya.

Ketua I Almacida Lampung Rokhimin mengatakan sikap yang diambil mereka bukan karena menghina suku dan sebagainya. Tetapi sebagai bentuk untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Kalau kita bicara soal suku tidak akan selesai. Tetapi kita bicara soal persatuan di Lampung. Harapan kami agar ke depannya lebih bagus lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, SPRI dan Almacida Lampung mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak tegas oknum yan g diduga melakukan ujaran kebencian.

Selanjutnya, mereka juga mendesak agar NA dan BN meminta maaf kepada masyarakat Lampung karena telah melakukan penghinaan.

Ketiga, mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk segera mengadakan rekonsiliasi dengan mengadakan musyarawah bersama tokoh adat dan seluruh elemen masyarkat.

Keempat, mereka mendesak untuk melakukan upaya perdamaian di Lampung. Sehingga mewujudkan Lampung yang aman, tenteram, damai dan berbhineka tunggal ika.

Terakhir, meminta kepada Gubernur Arinal Djunaidi untuk segera membentuk Lembaga Kebudayaan Daerah Lampung sebagai wadah yang berperan aktif demi persatuan dan kesatuan. (Rls)