Tangkal Radikalisme, Polda Lampung Akan Gelar FGD

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Radikalisme rentan masuk kampus dan dunia pendidikan. Hal ini mengingat provinsi Lampung menduduki peringkat lima sebagai daerah potensi radikalisme tinggi

“Bulan depan, Direktorat Binmas Polda Lampung gelar FGD (Focus Group Discussion) radikalisme khusus dengan pendidikan. Mudah-mudahan ini salah satu upaya pencegahannya,” kata Kasubdit Bintibsos Direktoratt Binmas Polda Lampung AKBP M. Yamil.

Dalam hal pencegahan terorisme dan paham radikal, pihaknya telah bekerja dengan satuan kerja di Polda Lampung, mulai dari Binmas, Intelejen dan bagian umum.

“Kami terus berbuat. Kalau sosialisasi, penggalangan, pendataan, mapping, melaksanakan tindakan pembinaan seperti itu sudah kita lakukan dan terus berlanjut, termasuk dievaluasi,” kata dia.

Radikal harus dilihat dari aspek keagamaan, bernegara dan bermasyarakat. Semua personil yang diturunkan harus memahami ketiga hal tersebut, sehingga apa yang disampaikan kepada para pelaksana  ketika terjun ke lapangan dapat tepat sasaran.

Institusi militer sama dengan kepolisian. Selalu melaksanakan sinergi, pendekatan, dan penggalangan melalui Babinsa yang ada ke masyarakat. “Sudah ada  program kita tentang pencegahan tersebut,” ucap Kasi Teritorial Korem 043/Gatam Letkol Sahnun.

Untuk diketahui, Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung berlangsung di Hotel Batiqa Bandar Lampung, Sabtu (22/6). Acara dibuka Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Lampung Fitter Syahboedin.

Acara dihadiri perwakilan satuan kerja di lingkungan Pemprov Lampung, universitas dan perguruan tinggi, ormas Islam, Forum Kerukunan Umat Beragama (Lampung), dan Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Provinsi Lampung. (Rls)