Terbengkalai! Mobil Ambulan Dinkes Lamsel Dibiarkan Mangkrak

PODIUM, LAMPUNG SELATAN –– Miris, sebanyak 4 Kendaraan Dinas (randis) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) diduga sengaja dibiarkan terbengkalai.

Betapa tidak, kendaraan yang diperkirakan sudah hampir 4 tahun terbengkalai, dan terkesan sengaja tidak diperbaiki tanpa adanya perawatan (dandan_red) sementara itu salah satu aset negara.

Berdasarkan informasi tim dilapangan, sedikitnya ada 4 kendaraan yang terparkir dihalaman Rumah dinas (Rumdin) kepala Dinas Kesehatan itu terdiri dari tiga randis ambulan warna putih dan satu kendaraan berwarna biru.

Menurut keterangan salah seorang penunggu dilokasi Rumdin tempat randis terbengkalai mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti kendaraan tersebut, namun randis itu sudah lama sejak ke Pemimpinan Bupati Zainudin Hasan.

“Kurang tau saya, seinget saya kendaraan itu sejak Bupati Zainudin,” tuturnya yang keluar dari salah satu rumah dilokasi Rumdin Kadiskes Lamsel.

Sementara itu menurut salah seorang warga lingkungan 04 Sukamandi mengatakan kendaraan tersebut sudah lama terbengkalai dan sengaja dibiarkan rusak.

“Udah lama bener bang kendaraan itu mangkar, miris kenapa kendaraan milik Pemda Lamsel tidak diperbaiki,” ujar Udin saat ditanya media.

Dia menambahkan, sejak menjabat Kepala Dinas Kesehatan, Jimmy B Hutapea tidak pernah menempati rumdin yang merupakan salah satu aset negara tersebut.

“Setau saya, rumah itu tidak pernah ditempati oleh Kepala Dinasnya melainkan pegawainya saja. Bisa dilihatkan bang kondisi rumah terkesan tidak terawat, rumput tinggi-tinggi,” imbuhnya.

Terpisah Kadis Kesehatan Jimmy B Hutapea menjelaskan, pihaknya mengaku kendaraan kendaraan tersebut tidak bisa digunakan dan hasil tarikan dari puskesmas yang sudah rusak.

“Itu kan tarikan-tarikan dari puskesmas yang sudah tidak layak pakai lagi, kalau mau pake lagi itu akan lebih besar lagi biayanya untuk rehabnya. Sementara kendaraan iru sudah tua usian6a 70 an, itukan jaman dulu,” jelas Jimmy kepada media saat ditemui diaula Rumdin Ketua DPRD Lamsel.

Menurut Jimmy, kendaraan tersebut akan memakan biaya yang cukup banyak jika diperbaiki. Sementara itu merupakan Aset tidak boleh hilang. Ketika diaudit BPK barangnya ada meskipun rusak.

“Terlalu besar anggaran itu dari pada beli, itukan sudah tidak layak lagi maka kami tarik dari Puskesmas. Jadi Ambulan Puskes itu di ganti yang baru seperti ambulan APV,” imbuhnya.

Kemudian lanjut mantan Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda ini, jika ada yang bersedia untuk memperbaiki, pihak Dinkes Lamsel siap menfasilitasi, namun dipergunakan untuk kepentingan umum.

“Jadi kalau ada desa-desa yang mau manfaatkan jadi ambulan desa kita siap, tapi mereka yang harus perbaiki karena kitakan tidak ada anggarannya,” tutupnya. (HSN).