Terkesan Tidak Transfaran, Ini Penjelasan Ketua Bumdes Palembapang

PODIUM,KALIANDA,-Badan usaha milik desa ( BUMDes ) maju jejama desa Palembapang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan ( Lamsel ) terkesan tidak transparan dalam laporan pengelolaan anggaran Bumdes.

Saat ditemui LSM Geram Banten Indonesia DPD Lampung dikediaman Ketua Bumdes Maju jejama, prihal ketidak jelasan dana Bumdes maju jejama. Kamis (18/06).

Sahlan selaku Kabid Investigasi beserta Wasekda Komariah Lsm Geram mempertanyakan prihal Dana Bumdes yang menurut beliau terkesan tidak transparan dan terkesan disembunyikan.

Ketua Bumdes maju bersama Khoiruna saat dikonfirmasi menjelaskan.
” waktu dibentuknya Bumdes pada tanggal 02 Januari 2017, anggaran tahap pertama10% dari dana desa (DD) untuk pembentukan Bumdes maju jejama yang diterima direkening bumdes sebesar Rp 80.000.000,- ”

” Anggaran tersebut diprioritaskan dibidang simpan pinjam ,terutama kepada pemilik warung dan pengusaha kecil, sekitar 100 lebih pengusaha kecil dan pemilik warung yang diundang untuk dilakukan sosialisasi dibalai desa, Namun dengan dana yang yang tidak mencukupi, maka kami lakukan secara bertahap dengan mengalihkan dana pinjaman seperti bagi yang telah melunasi pinjaman tersebut,
akan dialihkan atau disalurkan kepada masyarakat belum kebagian dana pinjaman tersebut”.

” Namun setelah Satu tahun berjalan kami mengalami kendala dilapangan, pihak peminjam sebagian belum bisa melunasi, karena banyak hal yang menyangkut kebutuhan peminjam”.

” Pada tahun 2018 , kembali Bumdes menerima kucuran dana tahap kedua yang diterima melalui kerekening Bumdes dengan jumlah yang sama sebesar Rp.80.000.000,- untuk pembelian Alat Shoting seperti kamera Tripod DSLR, kamera photo dan Drone dengan Harga Rp.60.000.000,- lebih”. Jelas khoiruna.

” Diakhir 2019 saya mengajukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada kepala desa .
Bukti tertulis keuangan dan bukti kwitansi pembelian serta bentuk pisik otentik telah saya serahkan .
Adapun yang menjabat ketua Bumdes maju jejama desa Palembapang yang sekarang saya tidak tahu”. tambahnya.

Ditempat terpisah Hendri Yadi selaku kepala desa Palembapang saat dikonfirmasi Senin (22/06) mengatakan ” Bumdes maju jejama desa Palembapang dibentuknya pada tahun 2017 pada saat itu dikepemimpinan PJ Syaripuddin Isa, dan Direktur Bumdesnya Bapak Khoiruna”.

” Pertengahan 2017 saya menjabat kepala desa dan saya tidak mau mengutak atik yang sudah ada, apa pun bentuk kerjanya, karena itu sudah menjadi wewenang dari pertanggung jawaban Bumdes, kita tidak bisa mengatur atau mengintervensi cara kerja Bumdes.
Seperti simpan pinjam, kami mengharap kepada masyarakat dengan adanya usaha simpan pinjam bagi masyarakat Palembapang khususnya, bisa menyimpan dana lebihnya ke Bumdes, kemudian soal dana pinjaman, ketika masyarakat membutuhkan modal untuk hal hal lain terkait dengan kesejahteraan perekonomian masyarakat Bumdes bisa memfasilitasi terkait pinjaman yang dibutuhkan dengan ketentuan dan kebijakan yang ada di Bumdes Maju Jejama”.

Adapun proses berjalannya Bumdes itu ” ya Bumdes itu yang bisa menilainya karena Bumdes desa punya target sendiri, meski belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan, kemudian pada 2018 dengan kewenangan pemerintahan desa untuk memfasilitasi kembali dengan mengucurkan lagi dana Bumdes itu sebesar Rp.80.000.000,- sama dengan kucuran dana pertama ditahun 2017 ke Bumdes Palembapang”.

” Saya telah menyarankan kepada pengurus Bumdes untuk di kaji kembali, pertama apakah yang sangat dibutuhkan itu simpan pinjam ataukah ada hal hal lain mungkin produk produk lain yang akan kita tonjolkan sebagai penambah ekonomi dan sebagai pemberdayaan masyarakat desa, Karena harapan saya dana itu tidak hanya terkucur dari dana desa (DD) dan APBD saja, tetapi ada juga pendapatan asli dari desa ya dari Bundes itu “,

” Sampai Tahun 2019 Alhamdulillah pada saat Bumdes berjalan saran kami dilaksanakan, bahkan ada pemanfaatan pemuda desa Palembapang yang mumpuni bergerak dibidang kreatifitas video shooting dan fotografer , maka diadakanlah barang untuk video , Camera dan Dron pada saat itu “.

” dengan harapan bisa menambah kontribusi maksimal untuk masyarakat dari Bumdes maju jejama, karena pada saat itu banyak yang melaksanakan acara Resepsi perkawinan yang sangat membutuhkan Dokumentasi”.

” Adapun SK Bundes itu berakhi bulan Pebruari 2020 , sampai sekarang pun pengurus baru belum di bentuk dan kenapa saya tidak mau membentuk pengurus baru, karena terkait laporan anggaran dan hasil kerja Bumdes terdahulu belum selesai, telah saya Surati kemarin dan dengan upaya individu mau pun secara lembaga untuk segera menyelesaikan laporan dengan jelas secepatnya,itu yang saya tunggu . Tegas kepala desa

” Setelah laporan dari pengurus Bumdes Maju Jejama selesai akan segera kami bentuk kepengurus Bumdes baru priode selanjutnya,
Namun tidak menutup kemungkinan bisa saja pengurus Bumdes maju jejama ini masih pengurus yang lama atau akan adanya nama baru yang menjadi kepengurusan Bumdes Palembapang,
yang jelas harapannya kedepan bumdes maju bersama desa Palembapang ini bisa lebih berkontribusi maksimal di desa. Tutup beliau.(HSN).