Waduh, Pemprov Lampung Lakukan Pemborosan Anggaran Lewat Kegiatan Ini

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Penyelenggaraan Pekan Raya Lampung (PRL) merupakan salah satu pemborosan anggaran. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi keuangan pemprov Lampung yang sedang merasionalisasi anggaran.

Sebab, ajang pesta rakyat 2019 ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Kegiatan yang dibuka pada 3 – 18 Agustus dengan menggandeng pihak ketiga PT Orizpro Indomedia meminta dana distribusi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebesar Rp15 juta, dan Rp35 juta.

Apriliati Anggota Komisi I DPRD Lampung menyangkan Pemerintah Provinsi Lampung dalam kondisi keuangan yang kurang baik jutru melakukan kegiatan yang sudah dilakukan dalam setahunnya.

“Kegiatan Pekan Raya Lampung sama saja dengan Lampung Fair walaupun ada sedikit kegiatan yang berbeda. Teapi seharusnya provinsi Lampung melihat juga kondisi keuangan yang tidak setabil, mengingat kegiatan ini kurang mendesak,” kata dia.

Terlebih, kegiatan Lampung Fair dilaksanakan pada Februari 2019 lalu. “Apalagi kegiatan tersebut, sama-sama membebani OPD yang sedang dilakukan rasionaliasi, ya sebenernya ngga perlu-perlu amat kegiatan itu, ” ungkapnya.

Ada baiknya, pada tahun berikutnya, Pemerintah Provinsi Lampung mengemas kegaiatan pesta rakyat agar dalam satu tahunnya tidak dilaksanakan dua kali.

“Kegiatan itu nggak perlu ketika keuangan sedang tidak stabil, ” pungkasnya. (Red)