Waduh, Proyek Pemeliharaan Jalan Kotabumi Tengah – Ahmad Akuan Diduga Tidak Transparan

PODIUM, LAMPUNGUTARA, – Proyek pemeliharaan jalan Kotabumi Tengah sampai jalan Ahmad Akuan, Kelurahan Sribasuki yang merupakan kegiatan swakelola di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tahun anggaran 2020 diduga tidak transparan, hal itu terlihat dengan tidak ada nya papan informasi yang memuat detil kegiatan.

Selain itu dugaan penyimpangan yang menelan dana sebesar Rp 2 miliar,juga terlihat dengan pembelian bahan matrial, tenaga ahli, serta sewa kendaraan dan alat berat yang dibutuhkan mengunakan nperalatan yang ada dinas PU dan terindikasi pekerjaan itu tidak diberikan kepada pihak ketiga.

alat dinas PU Sendiri dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tidak pernah dikontrakan ataubtidak dipihak ketigakan. Rabu (12/07/2020)

Dałam pantauan awak media, hasil fisik dari kegiatan yang dilakukan secara swakelola oleh Dinas PU Lampung Utara, kualitasnya sangat diragukan, diduga pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, dan spesifikasi tekhnis dan bahan-bahan matrial yang digunakan dalam kegiatan tersebut tidak sesuai dengan jurnal laporan progres hasil pekerjaan yang mereka buat, sehingga berpotensi terjadi kebocoran anggaran, yang berdampak pada kerugian keuangan negara.

Salah satu pekerjaan tambal sulam jalan yang setiap tahun dilakukan oleh dinas PU secara swakelola yaitu, kegiatan tambal sulam jalan dari Kelurahan Kotabumi Tengah Sampai jalan Ahmad Akuan Sribasuki, sedang dałam Perbaikan tidak disapu Bersihkan. Lumpur dan dębu yang menempel. Agar koting dapat merekat kuat.

Terpisah pengawas kegitan Wagiyo ketika dikonfrimasi meminta awak media menanyakan langsung kepada Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Dinas PU setempat

“Temui saja meraka hari Senin Besok di waktu jam kerja, kalau saya bekerja atas perintah Kadis dan Kabid saja”ujarnya.

Sedangkan Kabid Bina Marga Rio saat ditemui belum dapat dikonfirmasi dengan alasan akan mengadakan rapat

Kadis Pu Lampung Utara Syahrizal Adhar saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan jika anggaran kegiatan tersebut sebesar Rp 800 juta namun Ia tidak bisa menjelaskan secara detil dan meminta mengkonfirmasikan persoslan itu ke Kabid.

“Pagu anggaran di jalan itu Rp. 800 juta, sedangkan anggaran yang lain nya saya lupa silahkan tanya pak Kabid karena beliau yang pegang datanya.Terkait Papan nama informasi kegiatan. Akan saya perintahkan kabid dan pengawas. Papan informasi dipasang lokasi pekerjaan, biła Perlu setiap sudut,”jelasnya. (AGS)