Yusdianto Sebut Tujuh Nama Komisioner KPU Lampung Tak Layak Dilantik

PODIUM, BANDARLAMPUNG – Tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung yang telah ditetapkan, disebut tak layak untuk dilantik.

Pasalnya, hasil Pansus Money Politic (politik uang) DPRD Lampung, telah mengeluarkan lima rekomendasi untuk memperbaiki proses demokrasi di Provinsi Lampung, khususnya kepada lembaga penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Diantaranya, meminta Ombudsman memeriksa dan mengaudit kinerja KPU dan Bawaslu Lampung dalam rangka pelaksanaan dan pengawasan Pilgub Lampung tahun 2018, baik bersifat personal maupun pihak terkait indikasi politik uang.

Selain itu, dalam rekomendasi pansus politik uang, disebutkan ada pemindahan dana hibah ke Bank Swasta, yang menimbulkan pertanyaan besar.

Apalagi penyelenggara mendapatkan fasilitas dari pihak bank seperti kendaraan, dan perabotan kantor lainnya.

Dalam hal ini, Bank Mandiri dan BRI Tanjungkarang, yang telah menerima pemindahan dana dari Bank Lampung, guna pembelian serta peminjaman mobil, mebeluer, dan brangkas di KPU Lampung.

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, mengatakan, hasil pansus DPRD adalah produk politik yang menjadi dalil hukum. Hal ini menyasar untuk lembaga penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu.

“Mereka (KPU) itu sudah dinyatakan bersalah menurut pansus politik uang. Ini bahaya, apalagi ketua pansus saat ini adalah ketua DPRD Lampung,” kata Yusdianto, Selasa (15/10).

Bahkan, lanjut dia, mereka yang namanya telah ditetapkan, sangat tak layak dilantik. Karena bisa jadi masyarakat dapat mengadukan mereka (komisioner KPU) ke DKPP atau ke jaksa atas perilaku membiarkan praktek politik uang di Lampung, sebagaimana hasil pansus money politic tersebut.

Terlebih lagi, tiga dari tujuh nama komisioner KPU merupakan wajah lama yang ikut terlibat dalam proses demokrasi pemilihan kepala daerah.

Diketahui, tujuh komisioner KPU Provinsi Lampung masa bakti 2019-2024 akan dilantik hari ini, Selasa (15/10).

Ketujuh komisioner itu ditetapkan setelah melalui seleksi dari 11 calon komisioner KPU yang diajukan ke KPU RI.

Diketahui, Erwan Bustami, Antoniyus dan M. Tio Aliansyah, merupakan petahana KPU Provinsi Lampung.

Sedang, Ismanto merupakan Ketua KPU Tulangbawang Barat, Esti Nur Fathonah merupakan wiraswasta, Agus Riyanto merupakan anggota KPU Metro, dan Ali Sidik saat ini beraktivitas sebagai pengajar/tutor Universitas Terbuka, juga pernah menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Lampung.(*)