Wagub Jihan Nurlela Resmi Pimpin YKI Lampung 2025–2030, Fokus Tekan Angka Kanker

PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Wakil Gubernur Jihan Nurlela resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Provinsi Lampung masa bakti 2025-2030. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua YKI Pusat, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, di Balai Keratun Lt. III, Sabtu (31/1/2026).

​Dalam sambutannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa kehadiran YKI di Provinsi Lampung harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menekan angka kasus kanker melalui gerakan yang terstruktur. Ia menyatakan bahwa pengurus yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.

​”Kita dilantik hari ini bukan untuk menunggu perubahan, tetapi untuk menjadi agen perubahan itu sendiri. Bagi saya, amanah menjadi bagian dari keluarga besar YKI adalah tugas yang sangat mulia. YKI berdiri atas rasa kepedulian kolektif sebagai NGO kemanusiaan,” ujar Wagub Jihan.

​Wagub memaparkan data keprihatinan terkait peningkatan kasus kanker secara nasional. Di Lampung, fokus utama akan diarahkan pada upaya promotif dan preventif, khususnya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim yang angkanya masih cukup signifikan.

​Selain itu, Wagub Jihan menyoroti pentingnya layanan paliatif atau homecare. Menurutnya, pasien kanker seringkali membutuhkan dukungan di luar medis, seperti pendampingan psikologis dan bantuan mobilisasi saat menjalani pengobatan rutin.

​”Masalah penyintas bukan hanya soal biaya kesehatan, namun juga soal mental dan dukungan moral. Mari kita pastikan para penyintas di Lampung tidak berjuang sendirian. YKI adalah rumah harapan bagi setiap penyintas kanker di Indonesia termasuk di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua YKI Pusat Prof. Aru W. Sudoyo menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan para tokoh dan tenaga medis di Lampung untuk bergabung sebagai relawan YKI. Ia menyebut bahwa komposisi pengurus di Lampung merupakan salah satu yang terkuat, bahkan memiliki jumlah tenaga dokter yang lebih banyak dibandingkan kepengurusan pusat.

​”Tugas YKI bukan urusan kuratif atau mengobati, melainkan mengedukasi masyarakat. Mengubah cara berpikir dan perilaku masyarakat agar sadar akan pencegahan kanker jauh lebih berat daripada sekadar menulis resep,” ujar Prof. Aru.

Exit mobile version