PODIUM, BANDARLAMPUNG, – Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari memberi beberapa poin instruksi untuk seluruh pengurus di Bumi Ruwa Jurai.
Ketiga point tersebut, diantaranya :
1. Optimalisasi Fasilitas : Memanfaatkan Pojok Baca, Taman Baca, dan Perpustakaan Keliling yang sudah tersedia hingga tingkat desa.
2. Kegiatan Kreatif : Menyelenggarakan lomba menulis cerita pendek, lomba baca puisi, dan kegiatan edukatif lainnya untuk merangsang minat baca anak sekolah.
3. Kolaborasi Lintas Sektor : Bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta pihak swasta seperti perbankan dan penerbit.
“Saya berharap Forum Literasi di setiap daerah dapat menjadi motor penggerak dengan melahirkan inovasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga umum,” kata Purnama saat mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Literasi 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Sabtu (14/02/2026).
Ia menyebut literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang kritis dan berdaya saing.
Oleh karena itu, hal ini menjadi tantangan besar bagi Pengurus di era digital seperti saat ini.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang kritis dan berdaya saing,” ucap dia.
“Peran pegiat literasi sangat strategis dalam membantu program pemerintah menciptakan SDM berkualitas,” ujar dia.
Menurutnya, literasi masa kini telah berkembang melampaui sekadar baca-tulis tradisional.
“Literasi hari ini mencakup numerasi, sains, digital, finansial, hingga budaya. Di tengah arus informasi yang sangat cepat, kemampuan literasi menjadi filter agar masyarakat mampu berpikir kritis, bijak menyerap informasi, dan terhindar dari disinformasi atau hoaks,” ujar Purnama Wulan Sari.


